Kayu Manis RI jadi Primadona

ayu manis asal Indonesia, khususnya produksi Sumatra Utara, Sumatra Barat dan Jambi masih menjadi primadona di pasar rempah-rempah Eropa. Hal ini terlihat dari permintaan kayu manis dari konsumen Eropa tidak pernah terhenti sejak puluhan tahun lalu, bahkan volume permintaan terus meningkat berikut nilai produk.

Tingginya permintaan ekspor kayu manis dari Sumut juga dibenarkan oleh Kasubdis Perdagangan Luar Negeri Dinas Perindustrian dan Perdagangan Sumut. Sofyan Subang. Dia menyebutkan kayu manis merupakan penyumbang ekspor rempah-rempah terbesar asal Sumut. Total ekspor rempah-rempah Sumut hingga April 2005, jelas dia, mencapai 1.098,911 ton. Selain Eropa tujuan ekspor rempah-rempah asal Sumut lainnya adalah Malaysia, Turki dan Taiwan.

Tingginya permintaan ekspor kayu manis tersebut menyebabkan jumlah ekportir yang mengirim kayu manis ke pasar internasional juga semakin bertambah. Di Sumatra Utara saja, ekportir kayu manis sudah lebih dari 30 perusahaan, dengan rata-rata pengiriman kayu manis sekitar 30 ton per bulan.

Iwan Subrata, salah seorang ekportir kayu manis mengaku mampu mengirimkan kayu manis ke pasar Eropa sebanyak 64 ton per bulan.

“Saya mengirim kayu manis ke Eropa sebanyak 4 kontainer per bulan. Kapasitas satu kontainer 16 ton”, jelas Ketua Asosiasi Eksportir Hortikultura Indonesia ini.

Padahal sebelum dia mengeluti ekspor kayu manis, eksportir jenis rempah-remah yang menjadi salah satu alasan Belanda menjajah Indonesia itu tidak lebih dari 10 eksportir di Sumut.

Sebagian besar tujuan ekspor kayu manis asal Sumut, Sumatra Barat dan Jambi adalah Belanda, Prancis, Jerman.

Sementara itu, kata dia, harga jual kayu manis di pasar internasional juga terus meningkat. Peningkatan harga jual kayu manis di pasar dunia, tambahnya, berpengaruh pada meningkatnya harga jual kayu manis di tingkat petani. Saat ini, kata dia, pihaknya membeli kayu manis dengan harga rata-rata Rp6.000 per kg dari pedagang pengumpul.

Dengan harga tersebut, dia memperkirakan harga kayu manis dari petani setidaknya mencapai Rp4.000 per kg – Rp5.000 per kg. “Harga kayu manis juga cenderung meningkat dari tahun ke tahun”, jelas dia.

This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s