Gosip Bisa Tunjukkan Kepedulian Seseorang?

Sebagian besar perempuan sulit menolak untuk bergosip. Sebuah buku mengatakan, bahwa perempuan memang memiliki kebutuhan mendasar untuk menyuarakan keprihatinan terhadap orang lain. Keinginan untuk membahas atau memperbincangkan masalah ini sebenarnya bertujuan untuk melindungi komunitas mereka sendiri.

John L. Locke, ahli linguistik yang juga penulis buku Duels and Duets, mengatakan bahwa sebenarnya kata “gosip” memiliki citra yang buruk untuk didengar. Namun, sebenarnya obrolan yang kerap dilakukan “di balik punggung” orang yang dibicarakan ini  bertujuan untuk memberikan pelayanan moral di komunitasnya. Dengan membicarakan beberapa hal, perempuan bisa melindungi diria dari kesalahan atau perbuatan buruk yang dilakukan atau dialami orang lain.

“Sebuah penelitian tentang gosip menunjukkan bahwa Anda yang suka bergosip sebenarnya lebih peduli tentang masalah orang lain, seperti jika seseorang memiliki pembantu rumah tangga yang buruk, atau perilaku seseorang yang kurang baik,” tambahnya

Bagi para perempuan, kasus-kasus ini merupakan ancaman bagi mereka di masyarakat, sehingga mereka pun memiliki alasan untuk membicarakan agar hal tersebut tak terjadi pada mereka. Membicarakannya dengan teman sendiri akan menjadikannya tindakan preventif, tanpa menyinggung orang yang dibicarakan tersebut.

Berbeda dengan wanita, pria lebih suka untuk berterus terang dan menampilkan kekuatan mereka untuk melindungi dirinya dari suatu masalah dan memamerkan kepada perempuan. Saat melihat hal-hal yang buruk dari temannya, seorang pria akan mengatakannya terus terang di depan orang tersebut, meskipun hal itu akan menyinggung perasaan. “Perempuan tidak akan pernah melakukan hal itu,” tutur Locke.

Locke mengatakan bahwa para perempuan lebih memilih untuk berkomentar tentang seseorang kepada orang lain dibandingkan harus mengungkapkannya langsung kepada orang tersebut. Para perempuan lebih sering berbagi informasi satu sama lainnya dengan metode “duet”, dan hal ini juga dilakukan untuk mempererat ikatan di antara mereka.

“Sayangnya, metode ‘duet’ ini bisa juga merugikan, karena jika obrolan tentang keburukan ini terungkap pada orang yang dianggap saingan atau musuh, maka akan menjadi hal yang berbahaya dan justru bisa digunakan untuk mengintimidasi orang tersebut,” tambahnya.

Sedangkan para pria yang lebih suka untuk mengatakan pendapatnya secara langsung, biasanya akan mengesankan lawan jenisnya. Menurut Locke, hal ini juga menjadi cara cerdas bagi para pria untuk menunjukkan kejantanan dan kemampuannya untuk bereproduksi. “Ini mirip seperti teori warna-warni bulu burung merak untuk menarik pasangan,” tambahnya.

This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s