Ekspor Ubi ke Jepang Bakal Naik

Ekspor Ubi ke Jepang Bakal Naik

&nbsSUMATERA UTARA – Ekspor ubi dari Tapanuli Utara (Taput) ke Jepang pascaterjadinya gempa 8,9 skala richter tidak terganggu. Bahkan tawaran terhadap ubi mengalami kenaikan harga dan diperkirakan permintaan ubi pascagempa akan meningkat.

Kepala Hubungan Masyarakat PT Toba Agro Mandiri, Poltak Silitonga kepada okezone mengatakan bahwa sampai saat ini pihak perusahaan pengekspor ubi menjamin pengiriman produksi dan daya konsumsi yang baik dari negri matahari tersebut. Pihak konsultan penanaman ubi juga masih terus melakukan sosialisasi dan pembenahan produksi.

“Hasil komunikasi kita terakhir ke Tokyo menyebutkan perusahaan yang menjadi penampung hasil produksi kita di Jepang tidak mengalami gangguan. Bahkan kita sudah minta dilakukan penambahan lahan sebesar 50 hektar dari sebelumnya hanya 20 hektar,” terangnya di Tarutung, Sumatera Utara, Selasa (15/3/2011).

Silitongan menambahkan bahwa saat ini telah terjadi kenaikan harga untuk penawaran terhadap ubi. Dari yang dulunya ditawar dengan harga Rp1.000 per kg kini menjadi Rp1.500 per kg. Karena itulah petani tidak perlu cemas dan harus semakin termotifasi dalam meningkatkan kualitas.

“Kita perkirakan akan semakin meningkat lagi sebab kota yang hancur akibat gempa adalah kota Sendai yang merupakan kota pertanian. Selain itu pemasok ubi di Jepang umumnya adalah supermarket yang ada di tokyo,” p;

SUMATERA UTARA – Ekspor ubi dari Tapanuli Utara (Taput) ke Jepang pascaterjadinya gempa 8,9 skala richter tidak terganggu. Bahkan tawaran terhadap ubi mengalami kenaikan harga dan diperkirakan permintaan ubi pascagempa akan meningkat.

Kepala Hubungan Masyarakat PT Toba Agro Mandiri, Poltak Silitonga kepada okezonemengatakan bahwa sampai saat ini pihak perusahaan pengekspor ubi menjamin pengiriman produksi dan daya konsumsi yang baik dari negri matahari tersebut. Pihak konsultan penanaman ubi juga masih terus melakukan sosialisasi dan pembenahan produksi.

“Hasil komunikasi kita terakhir ke Tokyo menyebutkan perusahaan yang menjadi penampung hasil produksi kita di Jepang tidak mengalami gangguan. Bahkan kita sudah minta dilakukan penambahan lahan sebesar 50 hektar dari sebelumnya hanya 20 hektar,” terangnya di Tarutung, Sumatera Utara, Selasa (15/3/2011).

Silitongan menambahkan bahwa saat ini telah terjadi kenaikan harga untuk penawaran terhadap ubi. Dari yang dulunya ditawar dengan harga Rp1.000 per kg kini menjadi Rp1.500 per kg. Karena itulah petani tidak perlu cemas dan harus semakin termotifasi dalam meningkatkan kualitas.
“Kita perkirakan akan semakin meningkat lagi sebab kota yang hancur akibat gempa adalah kota Sendai yang merupakan kota pertanian. Selain itu pemasok ubi di Jepang umumnya adalah supermarket yang ada di tokyo,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s